Judi Bola Yang Gampang - Pendapat Presiden FA Terkait Blatter | Agen Bola Terpercaya Sbobet Ibcbet

Judi Bola Yang Gampang – Pendapat Presiden FA Terkait Blatter

Judi Bola Yang Gampang

Judi Bola Yang Gampang РSepp Blatter diprediksikan takkan bertahan lama dalam posisinya sebagai presiden FIFA di periode kelimanya. Hal itu dikatakan langsung  oleh Presiden FA bukan tanpa sebab.

Sepp Blatter dimana barusan balik terpilih menjadi presiden FIFA menyatakan telah memiliki langkah untuk memulai pemulihan citra yang jauh lebih oke untuk pusat organisasi sepakbola dunia tersebut ditengah adanya skandal yang mendera. Apa? Sedangkan sisanya masih rahasia.

Blatter pun bertahan pad posisinya sebagai presiden FIFA usai Pangern Ali bin Al Hussein mengundurkan diri dari pesaing semata wayangnya setelah hasil voting putaran pertama.

“Saat ini, aku diberikan waktu sebab aku telah digadang bertanggung jawab mengenai apa yang sudh terjadi disini.Aku sendiri telah menerima tanggung jawab tersebut dan kini kami mesti membangkitkan sebuah gaya yang jauh lebih bagus lagi di FIFA dan aku mengetahui bagaimana mesti melaksanakannya,” ungkap Blatter.

“Sekarang ini aku tak dapat mengatakannya namun kami bakal mulai melaksanakannya pada sabtu ini. Kami bakal melangsungkan perjumpaan dengan Exo dan mereka bakal mendengarkanku, mereka bakal menerima semua informasi maupun pesan, beberapa mereka bakal merasa terkejut,” sambungnya.

Proses pemilihan tersebut dan kongres tersebut dilakukan sendiri pada pertengahan mingggu kala beberapa petinggi FIFA memperoleh hukuman atas tudingan telah melakukan korupsi, pemerasan, suap dan konspirasi.

“Ini adalah sebuah kongres dimana begitu rumit sebab kondisi yang ada sekarang ini. Aku juga bisa mengatakan hal itu sebagaimana sebuah kejadian yang begitu mengerikan pada rabu dn kamis yang dilangsungkan di Zurich dan semua media massa dunia diana apa yang mereka ungkapkan mengenai FIFA,” tambah Blatter.

Presiden Asosiasi Sepakbola Inggris atau FA bernama Greg Dyke tak percaya bahwa Sepp Blatter bakal mengantarkan FIFA menjadi jauh lebih bagus usai balik dipilih meenjadi presiden FIFA. Dyke mengatakan bahwa Blatter telah memiliki waktu selama belasan tahun lamanya untuk membuat perubahan dan tak berhasil melaksanakannya.

Pada pertengahan skandal suap dan juga korupsi yang menjerat hampir seluuh pra petinggi, Kongres FIFA balik menimbulkan nama Blatter sebagai presiden FIFA. Ini adalah tahun kelima pria berumur 79 tahun tersebut pada peringkat itu usai perdana kalinya mendudukinya ditahun 1998.

“Kejadian yang sudah terjadi pada mingguu ini cukup dramatis bagi FIFA, namun aku tak menyaksikan abhwa FIFA tak ada terjadi perubahwa dibawah penanganan Blatter. Ia telah memiliki waktu selama 16 tahun lamanya untuk melakukan perubahan namun ia sendiri tak melaksanakannya,” ungkap Dyke.

Usai sebelumnya proses pemilihan dimana digelar dikubu FIFA yang dilangsungkan di Zurich pada jumat ini, Dyke sempat membuka adanya kemungkinan untuk memboikot ajang Piala Dunia 2018 andai Blatter telah terpilih lagi menjadi presiden FIFA dan menyambungkan ancaman yang sama dari Michel Platini selaku Preiden UEFA.

Kala ditanya soal realisasi dalam hal itu, Dyke mengugkapkaan bahwa sejumlah pembahsan tersebut masih butuh untuk dilaksanakan demi mengambil langkat itu. Akan tetapi, ia juga menyatakan bahwa Inggris tak igin melakukan bunuh diri dengan melaksanakan boikotnya sendiri.

“Inggris tak bakal sendirian mundur dari kancah manapun dan kita dapat percaya soal hal ytsebut. Ini begitu konyol sekali. Aku merasa bahwa akan ada diskusi dalam hasil tersebut di FIFA dan apa yang mesti dilaksanakan oleh FIFA kedepannya, namun telah pastinya bukan hanya Inggris. Ini baru awal saja an bukan akhir. Aku merasa masih ada begitu banyak sambungannya,” sambungnya.

Kembali menimbang kondisi sekarang ini maka Dyke pun merasa percaya bahwa Blatter tak akan tetap bertahan pada posisinya hingga akhir masa jabatannya saat ini.

“Aku bahkan akan begitu terkejut andai ia masih bisa bertahan pada posisinya dalam dua tahun ini,” tambahnya.

Hal sama juga dikatakan langsung oleh Chief Executive Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris bernama Gordon Taulo.

“Aku bakal sangat terkesima sekali andai keadaan dapat berubah sebab hingga akhirnya kala kita meneken sebuah organisasi, kita tak dapat mecuekkan apa yang sudah terjadi da kita tak dapat mengatakan abwa kita tak mengetahui apa yang terjadi,” ungkap Taylor