Judi Bola William Hill - Skandal FIFA dan Blatter | Agen Bola Terpercaya Sbobet Ibcbet

Judi Bola William Hill – Skandal FIFA dan Blatter

Judi Bola William Hill

Judi Bola William Hill – Skandal korupsi yang terjadi di FIFA dibawah penanganan Joseph S Blatter sendiri digadang baru bisa diperbaiki andai presiden FIFA tersebut diberhentikan.

Terjadinya skandal korupsi di FIFA tak mnjadikan AFC atau yang dikenal sebagai Konfederasi Sepakbola Asia merubah pemikirannya. AFC memperlihatkan kesetiaannya dalam memberikan dukungan sepenuhnya kepada presiden FIFA incumbent bernama Sepp Blatter.

Sebagaimana sudah ramai sekali dikabarkan bahwa FIFA sedang terjerat kedalam kasus korupsi, money laundry dan penyuapan. Tujuh pejabat atau petinggi FIFA dari 14 yang terdakwa didalam kasus tersebut telah diamankan di salah satu hotel Amerika Serikat pada semalam. Pengamanan ini sendiri terjadi cuma dua hari menjelang pemilihan presiden baru FIFA pada besok hari.

Kala penangkapan itu terjadi, Blatter diberitakan sedang dikantornya dan tetap merasa santai. Akan tetapi, pria berumur 79 tahun tersebut tidak tergolong petinggi teras FIFA yang diamankan.

Penangkapan secara besar-besaran sendiri menimbulkan desakan supaya pemilihan presiden baru FIFA dan kongres tersebut pun ditunda. Desakan tersebut dilakukan oleh EUFA atau Konfederasi Sepakbola Eropa.

Akan tetapi, AFC memiliki sikapnya yang lain. Mereka tetap berkeinginan pemilihan presiden dan kongres tersebut tetap dilanjutkan pada hari yang sudah ditetapkan.

“Dari Konfederasi Sepakbola Asia telah melontarkan rasa kekecewaanya dan juga rasa sedihnya terhadap kejadian yang terjadi di Zurich pada semalam namun penundaan pemilihan presiden FIFA pun ditentang dimana semestinya dilangsungkan pada besok di Zurich,” ungkap AFC.

AFC memberikan ketidaksetujuan dalam semua hal yang berbau korupsi dalam dunia sepakbola dan memberikan dukungan seenuhnya terhadap tindakan yang telah diputuskan oleh Komite Etik Independen FIFA yang bisa saja terjadi esalahan, apakah sikap itu memberikan pengaruh kepada ofisial dari ASia maupun sebaliknya.

AFC masih melakoni proses perubahan dan sudah mengambil sejumlah langkah yang oke dalam dua musim belakangan ini dalam memperbaiki pengelolahan konfederasi namun juga menyatakan bahwa masih ada sejumlah hal yang mesti dilaksanakan.

Blatter sendiri bakal bersaing dengan Pangeran Ali bin Al Hussein dalam kongres dan pemilihan presiden FIFA pada tahun ini. Andai Blatter kembali terpilih aka hal itu bakal menjadi tahun kelima dia menduduki jabatan sebagai presiden FIFA atau pemimpin tertinggi dalam sepakbola seluruh dunia.

AFC juga memberikan penegasan bahwa keputusan untuk memberikan dukungan kepada Joseph S Blatter untuk kembali menjabat sebagai presiden FIFA sudah diterima oleh Kongres AFC yang berlangsung di Sao Paulo ditahun 2014 dimana lalu dinyatakan sah pada kongres mendatag yang dilangsungkan di Melbourne dan Manama ditahun 2015.

Disamping itu, ketuan FA atau Asosiasi Sepakbola Inggris bernama Greg Dye memberikan tuntuttan supaya Sepp Blatter diberhentikan. Dia merasa bahwa FFA cuma dapat diperbaiki andai Blatter telah tidak menjabat sebagai pimpinan otoritas tertinggi dalam sepakbola dunia.

Skandal ini dirasa oleh sejumlah pihak merupakan sebuah hal yang cocokk untuk menghentikan laju Blatter sebagai presiden FIFA. Blatter yang sudah menjabat sebagai presiden FIFA sejak empat tahun telah dirasa tak berhasil menjadikan FIFA menjadi organisasi yang terbuka da malahan kini penuh dengan para koruptor.

Adanya dugaan korupsi teranyar dan terbesar berhubungan dengan adanya proses pemilihan tim tuan rumah di ajang Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022. Dipilihnya Rusia menjadi tun rumah Piala Dunia 2018 sendiri menjadi sorotan sebab dirasa masih sering kali melanggar HAM dan banyaknya kekerasan berbau rasial.

Sementara Qatar yang dipilih menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2022 sendiri menjadi sorotan sebab memiliki masalah pada cuaca panas dan belum memiliki sejarah besar dalam dunia sepakbola. Akhir-ahir ini Watar juga tengah dirumorkan banyak melanggar HAM kepada sejumlah buruh yang mendirikan markas untuk piala Dunia 2022. Oleh karena itula, Dyke menuntun supaya Blatter tak kembali terpilih sebagai presiden FIFA pada tahun ini.

“Blatter tak boleh dipilih lagi. Dia harus undur diri sendiri atau kalah dalam pemilihan atau bisa jadi kita harus memperoleh cara yang ketiga untuk menghentikannya. Aku rasa semua akan bisa diperbaiki jika Blatter turun dari jabatannya,” ungkap Dyke.

Pemilihan presiden sendiri telah dijadwalka bakal dilangsungkan beok. Akan tetapi timbulkan sejumlah desakan supaya pemilihan presiden diundurkan akibat skandal ini khususnya UEFA. Pada ajang pemilihan tersebut, Blatter bakal bersaing dengan satu orang saja yakni Pangeran Ali bin Al Hussein. (yn)