Judi Bola Uang Asli - FIFA Jadi Gosip Hangat Pekan Ini | Agen Bola Terpercaya Sbobet Ibcbet

Judi Bola Uang Asli – FIFA Jadi Gosip Hangat Pekan Ini

Judi Bola Uang Asli

FIFA yang disebut sebagai pusat korupsi dan penangkapan beberapa petinggi FIFA sendiri menjadi topic hangat untuk diperbincangkan pada minggu ini.

Adanya tudingan terjadinya korupsi selama bertahun-tahun ditujukan kepada FIFA. FIFA digadang tidak terbuka dalam sejumlah hal dimana menjadikan sering kali disorot oleh Transparency International.

Mengenai kasus korupsi paling baru dan paling besar dimana dirasa telah terjadi dalam kubu FIFA berhubungan dengan adanya proses pemilihan tim tuan rumah untuk ajang Piala Dunia 2018 dan juga Piala Dunia 2022 Adapun sorotan tajam ditujukan kepada Qatar sebab mengingat negara itu dirasa masih belum layak melangsungkan ajang Piala Dunia sebab cuaca yang begitu panas dan tak memiliki history besar dalam dunia sepakbola dan digadang telah menjadi negara yang jingg kini masih melanggar nilai HAM atau Hak Asasi Manusia.

Sejumlah media massa di Inggris juga mengatakan jika Mohammed bin Hamman dimana telah menjadi skuat keberasilan Qatar sendiri memberia penawaran uang sebesar 1,5 juta dollar untuk pihak perwakilan dari Afrika demi memberikan voting kepada mereka.

Sementara Internal FIFA sendiri telah melangsungkan penyelidikan atas tuduhan itu. Akan tetapi, hasil akhirnya tak pernah dilontarkan semuanya dan hingga kini hanya berupa kesimpulan saja yang diumumkan. Mengenai transparansi sendiri, sela ini FIFA telah dikenal memiliki poin yang sangat jelek.

Salah satu media Inggris menyatakan jika pendapatan yang diterima eksekutif FIFA sangat besar dan tidak pernah diumumkan secara umum dan juga jumlah dana dimana dipakai dalam urusan internal organisasi. Padahal semenjak tahun 2011 hingga tahun 2014, organisasi itu memperoleh keuntungan yang besar dimana mencapai 5,7 miliar dollar.

Disamping itu juga, adanya pembahasan mengenai sejumlah kebijakan yang sering kali diputuskan tanpa adanya percekcokan maupun keterangan lebih lanjut. Sedangkan adanya sekelompok pihak dimana terjun dalam Komite Eksekutif dirasa memiliki kewajiban yang besar sekali.

Alexandra Wrage selaku konsultan pemerintahan juga pernah berusaha untuk melakukan perubahan di FIFA dengan memberikan julukan kepada organisasi tersebut yakni tidak dapat ditembus atau yang dikenal dengan istilah Bizantium.

Mengenai transparansi sendiri, FIFA telah lama sekali dirasa bermain sangat tertutup. Apakah Transparency International sendiri? Itu adalah sebuah lembaga LSM yang terus melihat perkembangan dan mengumumkanlaporan para koruptor di pemerintahan maupun korporasi dan telah berulang-ulang mempublikasikan catatan buruk kepada organisasi yang dipimpin oleh Sepp Blater.

Dalam publikasi mereka sendiri ditahun 2014 silam, Transparency International telah mempublikasikan sejumlah torehan kepada FIFA untuk menjadikan organisasi tersebut bersikap lebih terbuka lagi.

Selain itu, mereka juga terus mendesak para pihak yang mensponsori FIFA untuk melakukan transparansi. Alhasil, sebelum ajang Pila Dunia 2014 silam, para sponsor mereka yakni Coca-cola, Hyundai Kia, Adidas, da Sony telah menuntut untuk penjelasannya berhubungan dengan adanya tuduhan korupsi dalam memutuskan Qatar sebagai tim tuan rumah di ajang Piala Dunia.

Akan tetapi, Transparency International juga telah mengakui jika merubah FFA tak segampang membalikkan tangan. Walaupun adanya kritikan yang datang, namun seluruhnya hampir dari anggota FIFA sendiri tetap masih memberikan dukungan kepada Blatter untuk balik memimpin.

Selain itu, pihak kepolisian Swiss telah menangkap sejumlah petinggi FIFA sebab tudingan korupsi. Ini didasarkan permintaan langsung dari FBI dan juga Departemen Kehakiman di Amerika Serikat. Hingga kini ada enam petinggi FIFA yang telah diamankan yakni presiden CONCACAF Jack Warner dan wakilnya Jeffrey Webb.

Sebagaimana diketahui tidak terdapat nama Sepp Blatter selaku presiden FIFA dalam enam orang yang telah diamankan itu. Hari ini dikabarkan bahwa pihak Kementrian Kehakiman AS dan juga FBI bakal mengdakan jumpa paers berhubungan dengan penangkapan keenam orang tersebut.

Keenam orang tersebut, hanya dua saja yang diketahui, sedangkan empat belum diketahui namanya. Keenam orang itu diberitakan menerima uang sogokkan sebesar Rp 1,32 triliun dari tahun 1990 sampai tahun 2015 ini. Sejujurnya FBI melakukan penangkapan tersebut dikarenakan kejadiannya terjadi di Amerika Serikat sendiri. Oleh sebab itu maka mereka turun tangan dalam hal ini.  Keenamnya ditangkap ole FBI disalah satu hotel di Amrik yakni hotel Baur Au Lac Zurich, Swiss. (yn)