Judi Bola BRI – Hadapi Vietnam, Dimas Tak Tertekan | Agen Bola Terpercaya Sbobet Ibcbet

Judi Bola BRI – Hadapi Vietnam, Dimas Tak Tertekan

Judi Bola BRIJudi Bola BRI – Menatap pertandingan melawan Vietnam, Evan Dimas mengaku tak tertekan sedikitpun.

Evan Dimas melihat ajang tingkat seniornya untuk pertama kalinya sebagai punggawa paling muda di dalam skuat tim nasional Indonesia sekarang ini. Tidak ada beban dimana dirasakan oleh punggawa berkebangsaan Surabaya tersebut.

Meskipun baru berumur 19 tahun, Evan Dimas menjadi soso paling belia diantara timnas Indonedia di ang Piala AFF 2014 ni. Uai bermain cukup meyainkan pada pertandingan pertamanya dalam laga persahabatan menghadapi Timor Leste, amnajer timnas bernama Alfred Riedl tak sangsi untuk memasukkan namanya pada skuat inti menghadapi Vietnam malam ini.

Piala AFF 2014 pun menjadi sebuah ajang pertamanya pada tingkat senior. Evan sendiri mengaku telah tidak sabar menunggu pertandingan pertamanya menghadapi Vietnam pada sabtu malam tanggal 22 november, meskipun dirinya masih belum mendapatkan jaminan akan diturunkan. Judi Bola BRI.

“Gembira sekali dan merasa bangga dapat tampil dalam skuat senior. Tidak merasa kecewa andai memang tidak diturunkan sebab ini telah menjadi keputusan manajer,” ungkapnya.

Bermain untuk pertama alinya dengan tim nasional senior, sosok Evans telah memiliki tantangan yang besar jika masuk ke dalam daftar sebagai starter. Apalagi jika rival dimana bakal dilawan ialah tim tuan rumah dimana diperkirakan bermain penuh dengan dukungan dari fansnya.

Biar bagaimanapun juga, tidak adda merasa tekanan yang besar dimana dirasakan oleh pemain lini tengah belia tersebut. Pengalaman yang diperoleh kala berada dalam tim junior kelihatannya menjadikan mental Evan jauh lebih matang.

“Tidak ada merasa nervous. Enjoy saja. Sebab jika kita melakukan sesuatu dengan dinikmati bakal terasa menyenangkan. Tidak ada melakuakn persiapan khusus,” lanjutnya.

Evan sendiri belik bermain dijang yang bergengsi usai merasakan kekeewaan pada kanah Pila Asia U-19 kemarin. Sebagai seorang kapten Garuda Muda kala itu, kekalahan tersebut apakah datang mengganggunya?

“Untuk apa kegagalan tersebut dijadikan beban. Sangat wajar jika kita menelan kekalahan, sebab namanya sebuah pertandingan, kita tak bisa terus menang. Pasti ada titik dimana kita jatuh,” tambahnya.

Bergabung dengan tim nasioanl senior, Evan mesti berjumpa dengan wajah baru dan bekerja sama dengan baik. Tak terdapat kerumitan besar bisa bersatu dengan sjeumlah punggawa yang lebih besar umurnya daripadaku, bahkan dengan teman satu kamarnya bernama Cristian Gonzales dimn umurnya dua kali lebih besar yakni 38 tahun. Dengan jarak umur dimana lebih kurang dua kali lipat itu, Gonzles pantasnya menjadi sosok bapak untuk Evan. Judi Bola BRI.

“Jika dekat seh semua saa kok. Aku dekat dengan semuanya disini dan mereka baik sekali kepadaku,” tutupnya. (yn)